| Sources : @Ezra Simanjuntak |
Eksistensi Komunitas
Jakarta - Sekretaris dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Imam Hadi menyatakan jika dinas kebudayaan memiliki data sekitar 1.112 komunitas di Jakarta. Dari komunitas kontemporer maupun tradisional, dan paling terbanyak adalah Sanggar seni, lembaga kebudayaan, dan komunitas.
Hal itu di paparkan Hadi saat kegiatan Diskusi Publik Komisi Simpul Seni dengan tema “Komunitas Seni sebagai Dasar Ekosistem Seni” yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) seri kesembilan di Teater Wahyu Sihombing, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (21/11).
“Ada yang sifatnya informal bahkan ada yang hanya dalam sekedar bentuk chat grup whatsapp dan lain-lain. Tapi ada juga yang lebih formal yang mempunyai AD/ART, kemudian ada yang bahkan sampai jadi bahan hukum, mungkin punya kelengkapan administrasi yang lengkap.” ungkap Imam.
Dewan Kesenian Jakarta adalah komunitas ahli, selama ini Dewan Kesenian Jakarta telah menjadi kemitraan pemprov DKI Jakarta dan dinas kebudayaan dalam membangun dan mengembangkan kesenian di Jakarta. Keunikan dari komunitas di Jakarta yaitu para anggota komunitas bisa menjadi anggota komunitas lainnya.
“Dan yang pasti di semua komunitas harus ada yang menggerakkan, harus ada orang yang menjadi katalis.” Ucap Imam Hadi.
Perjalan Komunitas
RuangRupa berdiri pada tahun 2000 oleh beberapa seniman, mahasiswa, orang-orang dari seni rupa maupun dari orang yang latar belakangnya bukan dari seni rupa.
Ajeng Nurul Aini adalah Manajer komunitas RuangRupa, ia bergabung pada 2009 karena terlibat dalam projek RuangRupa bernama “Ok Video” yang berlokasi di Tebet.
pada tahun 2009 RuangRupa memiliki banyak isu, Ajeng berpikir bagaimana caranya agar sebuah komunitas tetap bertahan. “Salah satu caranya tidak bergantung pada sumber penghasilan utamanya” tutur Ajeng.
Pada tahun 2015 dan 2016 RuangRupa pindah ke area di Pancoran bernama Gudang Sarinah Ekosistem. Ajeng mengatakan jika RuangRupa memiliki tiga organisasi ruang, dari ruang bersama, ruang grafis hura-hura dan serum, mereka semua pindah secara fisik da ruang bekerja maupun berkreasi.
Ajeng mengatakan jika mereka sepakat untuk berpindah ke daerah Selatan lagi, di Jagakarsa pada tahun 2018.
RuangRupa memutuskan untuk membangun Good School Study Kolektif salah satu platform yang fokus ke pendidikan yang masih melekat dengan praktek dari RuangRupa, yaitu Kolektif Seni.
“Jadi apa yang kita miliki itu bisa kita tuangkan lagi ke dalam satu proses,semacam sekolah alternatif” Tutur Ajeng.
0 Komentar