Dari soto hingga ayam geprek, kisah Sri berdagang hampir 8 tahun di PNJ

Sources : Dokumen Pribadi | Strategi.id | PNJ

 

Jakarta, 26 September 2025 – Di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), tepatnya di Kantin Bawah, terdapat sosok Sri Wahyuni, seorang pedagang yang telah mendedikasikan hampir 8 tahun hidupnya untuk menyajikan makanan untuk para mahasiswa dan dosen dengan sajian ayamnya yang menggugah selera.

Perjalanan Sri di dunia kuliner kantin dimulai dengan menghadirkan soto ayam selama 5 tahun. Namun, takdir berkata lain, ia harus mengubur impiannya untuk terus menyajikan soto tersebut karena tidak lolos tes makanan. Kendati demikian, Sri tidak patah semangat. Ia beralih ke menu ayam geprek dan ayam penyet yang kini menjadi andalannya.

"Saya mengolah resep ini sendiri, makanya bumbu ungkep ayamnya terasa lebih enak," ungkap Sri dengan penuh percaya diri saat diwawancara (26/09).

Kegigihan Sri dalam mempertahankan kualitas rasa ayamnya terbayar lunas. Selama 3 tahun berjualan ayam geprek dan ayam penyet, ia berhasil konsisten dengan rasa masakannya, rasa ayam yang unik, bumbu ungkep yang meresap sempurna, serta sambal yang pedas dan nampol menjadi kombinasi yang tak tertahankan.

"Rasa ayamnya beda, punya cita rasa unik terus sambelnya banyak dan enak," puji salah seorang mahasiswa yang ditemui di lokasi.

Kepopuleran menu ayam buatan Sri bukan tanpa alasan. Setiap harinya, ia menghabiskan banyak ayam untuk memenuhi permintaan pelanggan. Meski enggan menyebutkan jumlah pasti, Sri memastikan bahwa omzet yang ia dapatkan cukup untuk menutup biaya sewa tempat dan kebutuhan lainnya.

"Ya Alhamdulillah banyak, nutup juga kok omzet saya dengan harga sewa disini perbulan," ujarnya dengan nada syukur.

 

Konsistensi adalah Kunci

Sources : Dokumen Pribadi


Di tengah maraknya berbagai menu makanan kekinian yang bermunculan di kantin PNJ, Sri tetap konsisten dengan menu ayamnya. Baginya, kualitas rasa dan kepuasan pelanggan adalah hal yang utama. Hingga kini, ia belum pernah menerima komplain dari pelanggan.

"Ya belum rejekinya mba, tapi saya tetap syukuri saja," ucap Sri saat ditanya mengenai pengalamannya tidak lolos tes makanan untuk soto ayam.

Kisah Sri Wahyuni menginspirasi kita semua bahwa dengan ketekunan, bersyukur, dan konsisten bisa mempertahankan pelanggan setia.

Posting Komentar

0 Komentar